Aku akan Pulang Mama

mama tak ada kata terlambat untuk meraih impian itu, meski angka 50 terus mengejar usia ku dan angka 70 terus berlari meninggalkanmu. tanggung jawabku sedikit lagi dan aku akan pulang membangun yang tertinggal, sebuah ladang, kolam ikan dan kandang. bersama do'amu aku sisakan sedikit demi sedikit untuk impian itu. syukurku tak pernah pupus karena renta tak pernah menyentuhmu. Bahkan keriput itupun hanya satu2 di wajahmu. ya mama, hitungan hari lagi kita mulai segalanya meski dengan tertatih.. Ya Rabb, kabulkan.....

Waktu memang berlari mengejarku dan menyisakan lelah oleh beratnya beban, tapi aku tak menyerah, seperti juga dirimu dulu. Satu persatu telah kupenuhi tugasku, hingga aku lupa pada dirimu, pada mimpimu, mimpi kita. tapi aku yakin engkau memaklumiku, memahamiku dan selalu memberi maaf untuk ku.

Sejarah demi sejarah telah aku torehkan mama, memintal segala kesumat masa lalu, melunasinya dengan sedikit sukses yang aku raih kini. Tak ada lagi diamanda si anak desa yang dikucilkan oleh kemiskinan, dihina oleh ketiadaan dan di usir dari tanah dan rumah yang harusnya juga jadi milik ku. Aku lari dan mencari hidupku sendiri dan kini mama, aku tegak meski tidak akan membusungkan dada. Aku akan lunasi hutang ku pada mu mama, membawa sebuah keharuman.

Telah aku bawa cucu2mu dengan cara ku menjadi manusia yang melebihi sebayanya, pada studi, pada karier dan pada kemandirian. Mereka tegak di atas kaki mereka sendiri dan harta itu mama, harta pusaka yang telah melumatku dalam rasa sakit berpuluh tahun tak lagi mereka perlukan. Mereka punya pusaka sendiri, keimanan, kesuksesan dan juga moral sebagai manusia. Aniaya tidak membawa aku rubuh mama. Aku tegak kan pilar itu, pilar diamanda, meski harus berdarah-darah.

Mama, di penghujung tugasku sebagai ibu, akan aku raih kembali impian kita. Pada makam papa telah aku hapus air mata, bahwa apa yang menjadi duka lara selama puluhan tahun telah aku lupakan. Dendam telah aku hapus... aku hanya ingin membaui aroma air, lumpur, padi dan melati... seperti dulu. Mimpi kita yang terputus oleh nasib akan aku jemput mama.

Mama, aku ingin pulang... pada mu, pada desa kita

Komentar

Postingan Populer