Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

Palung Kesumat

Gambar
Petikan Cerbung (1)
“Jangan beri anak-anak luka jiwa, karena luka itu terbawa sepanjang jalan hidup, mengendap tapi tak hilang dan mengiris perih setiap otak membalik kenangan…” #Diamanda

Gerimis baru saja usai. Tanah basah. Titik air masih terlihat di ujung daun ilalang, juga bunga kembang sepatu yang banyak di halaman rumah, di sudut kanan, dekat jalan setapak, jalan dimana orang-orang lalu lalang. Burung-burung mulai kerkicau dan sepasang anjing sedang bergurau, saling mengaum, berlarian dan kemudian diam. Ini hari kedelapan setelah peristiwa malam yang menggemparkan, saat ibu Suri meraung dan merarau.

Suri turun ke tanah, membuat garis-garis dengan pecahan porselen. Ketika garis-garis tersebut akhirnya saling terambung membentuk kotak-kotak, Suri menatap dan tersenyum, menyadari garis-garis tersebut lurus dan tepat. Dia hendak main ‘sedapak’ meski hanya sendirian. Lalu Suri pun mulai melompat-lompat di kotak-kotak yang dia buat, sambil memindah-mindahkan pecahan porselen tadi, d…

Ini Maret Kita, Mama

Gambar
Aku dan Almarhumah Mama

ANDAI bisa mengukir langit, kan kuukir wajahmu di sana, sambil menggumamkan do'a, sorga jualah yang diberikan Allah, tempat abadimu. Tapi tiada bisa, cukup di jiwa saja kuukir wajahmu, tanpa jeda, meski hampa, lara, kau telah tiada.

Ini harusnya jadi Maret mu yang ke 80, dan kita, dulu, menunggu itu. Karena kau dan aku ingin melihat, betapa wajah cantikmu masih tetap cantik di senjakala itu. Tapi kau tak sabar Mama dan waktu mu telah tiba, kau pergi satu tahun dua bulan sebelum 80 datang.

Orang-orang menarik ku lalu memaksa ku menjauh dari jasad mu yang baru saja ruh meninggalkannya, karena rarauku menghirukan komplek kita. Kau pergi dalam peluk ku ketika kubisik dua kalimat Syahadat di telingamu, yang mulai bernafas satu-satu. Orang-orang juga menarik ku dan membawaku masuk kamar, ketika aku semaput ketika menyiram tubuhmu, terbujur kaku. Ini mandi terakhirmu. Aku pun lunglai, tiada daya, ketika tanah merah telah sempurna menimbunmu.

Lalu hari-hari berlal…