Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2011

Jiwa Retak

Gambar
Pagi berkabut Jiwaku retak             Gejolak teredam amarah Telah aku teruka jalan panjang             Hendak membawa engkau ke gerbang                         Dimana matahari adalah engkau                                     Melebihi bintang-bintang                                                                                Yang mungkin kini telah ada bersamaku
Aku palun luka dalam diam             Aku peluk lara dalam hening                         Aku tergugu                                     Apakah salah jua aku?
Jangan berharap yang tak akan mampu kita raih             Jangan meminta yang tak akan mampu aku hadirkan                         Jika ini kurang bagimu                                     Ambillah nyawaku                                                 Kalau itu mampu memberi apa yang engkau mau Jangan takar cinta ku Karena gunung dan lautan pun tak akan bisa menandingi Segalanya demimu, untukmu Meski berujung segalanya untuk kita…..
11 April 2011

Rakyat yang Ditinggalkan

Di Meranti Selasa (5/4/2011) malam, sekitar 500 orang warga Pulau Padang yang berasal dari Desa Bagan Melibur, Kampung Jawa dan anggota STR memadati MDA Al Muktadiah untuk melakukan doa bersama. Mereka berdoa untuk melepas para relawan yang akan melakukan aksi jahit mulut di depan Kantor Menhut, Jakarta, sebagai bentuk penolakan keberadaan HTI PT RAPP di Pulau Padang. Pada saat yang bersamaan beberapa alat berat dari RAPP mendarat di Pulau Padang. Ini adalah sebuah bentuk aksi yang membuat hati miris, bagaimana rakyat yang merasa ditinggalkan, tidak diperhatikan dan dizalimi berjuang dengan cara mereka sendiri. Sementara para pemimpin di Meranti dan juga Riau tidak peduli pada jeritan hati masyarakat yang menuntut hak hidup mereka. Rakyat berjuang dengan cara sendiri, meski harus menanngungkan sakit tidak terperi.

Kenapa tidak ada pemimpin yang meniru kepemimpinan Umar Bin Abdul Aziz, salah seorang Khalifah yang adil, jujur, sederhana dan bijaksana? Tak salah bila sejarah Islam menempa…

Luka Hati Perempuan

Cerpen Luzi Diamanda

"BAH, mereka-mereka itu memang bangsat, manusia berjiwa kerdil. Mereka sembunyikan kebusukan diri dengan melempar kesinisan terhadap orang lain. Mereka berpura-pura suci, lalu menyebar aib tentang orang lain. Anjing kurap, setan dekil, kalian sebenarnya siapa, he? Perangilah nafsu batil kalian, baru sebarkan tentang kesucian dan sorga pada orang lain."
Tiba-tiba ada air jatuh, tepat di tengah kertas yang ada tulisan di atasnya. Merebak, makin besar dan makin meninggalkan bayangan. Makin lama air itu makin banyak, hingga akhirnya kerta tersebut setengah lumat. Kata-kata kasar yang tertera dengan spidol merah itu mulai mengembang, kabur dan susah untuk dibaca. Kemudian terdengar isak tertahan. Lamat-lamat, tapi terasa begitu keras dalam malam sepi macam ini.
Kala isak terhenti, ada bantingan keras, seperti piring pecah. Diam sejenak, berlanjut lagi, hingga malam jagi hingar-bingar. Suara bantingan lenyap. Sepi. Dalam kamar yang kini tampak seperti kapal p…