Postingan

Rohingya, Kenapa Tak Kau Beri Mereka Maut Mu?

Gambar
kenapa tak Kau beri mereka kematian
ketika ujung maut bertahan di jam, hari atau pun bulan
melautkan ruh, pelayaran panjang ataukah kesia-siaan?

petaka, bala ataukah derita
tak lagi ada ujung pangkalnya
tatap itu, tatap nestapa, diam itu, diam dahaga

bahkan riapan mata pada angin yang mendesaukan neraka dunia
menahan mereka di kepungan alam
bukan lautan yang menindasi raga hingga hilang rasa
tapi manusia, ketika hiba tak lagi mengaliri nadi
semua hilang dalam dokumen-dokumen yang diminta

nyawa atau kah saudara, tak ada arti
ketika mereka terus dijauhi, dihalaui, dari dermaga
oooooo..ombak yang menjadi raja lautan
kenapa tak kau telan mereka dalam sekali gulungan
hingga raga hilang bersama luka?

oooooo..badai yang menjadi penguasa gelombang
kenapa tak kau benam mereka bersama pilu?
Ah..Rabb..kenapa tak Kau beri mereka mautMu?
ataukah ini ujian pada rasa, pada persaudaraan, pada kepedulian?

Manusia telah mematikan hatiNya Rabb,
pada secarik kertas tanda jati diri
negeriku, negeri yang penuh cinta,
negeri d…

SIRANTAN

Gambar
Cerbung Luzi Diamanda

SEJAK kepergiannya yang tragis di ujung senja dari negeri yang awalnya membawa harapan, hanya satu yang  dia bawa, kekosongan. Bukan cinta apalagi harapan. Sekejap hatinya membeku, ngilu.

Seorang Pria dewasa, 45 tahun, kaya raya, telah membunuh hati gadis yang 19 tahun pun belum, ketika dengan caranya pria itu menolak perjodohan, membawa kekasih hatinya kehadapan gadis itu dan berkata: inilah istriku, sebentar lagi, bukan kamu.

Gadis itu sejenak diam, terpana, tergugu, sebelum menghilang, tanpa pamit apalagi masuk ke dalam, ke tempat keluarga sedang membincangkan pernikahannya dengan pria itu. Inilah puncak dari segala kekusutan hidup, keputusasaan, dalam kemelut keluarga sejak dia paham apa arti perih.

Sudah lama gadis itu tak berpikir tentang sebuah bahu untuk bersandar, tidak juga diujung senja itu. Seperti kucing yang melata dijalanan, hanya naluri untuk hidup yang membuatnya bertahan. Segala cara adalah teknik untuk hidup, untuk makan, untuk tetap berpijak …

PALUNG KESUMAT

Gambar
Foto Ilustrasi Internet



Cerbung: Luzi Diamanda

MALAM baru saja turun, bahkan azan Magrib berlalu belum lagi seperanjakkan duduk. Tapi gulita sudah begitu pekat menyungkup wajah desa, oleh ketiadaan lampu penerang yang bernama lampu jalan. Modernisasi memang belum sampai ke sini ke desa permai yang bernama Kultup ini. Hanya sesekali ada kelip lindap dari rimbunan semak di kiri kanana jalan setapak, kuning dan licin jika hujan.

Itulah cahaya sayap kunang-kunang, meski lindap mampu menerangi jalannya sendiri. Tetapi anak-anak akan lari dan bersembunyi jika melihat cahaya ini, karena secara turun temurun diceritakan bahwa cahaya kunang-kunang itu adalah cahaya kuku orang yang sudah meninggal dan mereka mencari kanak-kanak yang berkeliaran jika matahari telah tidur.

Senyap membuhulkan ketakutan menjadi ngeri, sehingga sepi oleh malam dan dedaunan dari cabang cabang pohon manggis hutan atau pinang, menyempurnakan suasana desa seperti mati. Bahkan gigil…

PERKABUNGAN PAGI

Gambar
Cerpen: Luzi Diamanda
SINAR mentari meredup, pelan tapi pasti bergerak menuju peraduaannya. Warna merah di kaki langit telah lama pudar. Semilir bayu membawa wangi padi, yang menguning, kemilau, sejenak tadi. Tiba-tiba sawah-sawah ini seperti memakan matahari, hilang, kelam dan sunyi. Suara jengkrik mulai menggelitik, samar, lalu kalah oleh nyanyian ular sendok, ketika malam sempurna kelam.

Di sini, di sudut kota ini, dalam kesegaran alam yang tenang, berdiri sebuah bangunan berbentuk L, bercat putih dan dikelilingi pagar hitam. Sejenak tadi juga seperti raksasa, bayangannya memantul diantara pepohonan, tertimpa mentari sore. Tapi sunyi, seolah mati. Sejauh mata memandang, terbentang persawahan, sedang bunting dan menguning. Di kejauhan, sayup terlihat sebuah rel kereta api yang dalam waktu tertentu mendesis-desis, berderak-derak, seolah lagu pilu, bersiponggang ke dinding-dinding bangunan.

Halaman yang maha lapang tempat bersemayam aneka ragam pepohonan, ada jambu biji, mangga, beli…

Palung Kesumat

Gambar
Petikan Cerbung (1)
“Jangan beri anak-anak luka jiwa, karena luka itu terbawa sepanjang jalan hidup, mengendap tapi tak hilang dan mengiris perih setiap otak membalik kenangan…” #Diamanda

Gerimis baru saja usai. Tanah basah. Titik air masih terlihat di ujung daun ilalang, juga bunga kembang sepatu yang banyak di halaman rumah, di sudut kanan, dekat jalan setapak, jalan dimana orang-orang lalu lalang. Burung-burung mulai kerkicau dan sepasang anjing sedang bergurau, saling mengaum, berlarian dan kemudian diam. Ini hari kedelapan setelah peristiwa malam yang menggemparkan, saat ibu Suri meraung dan merarau.

Suri turun ke tanah, membuat garis-garis dengan pecahan porselen. Ketika garis-garis tersebut akhirnya saling terambung membentuk kotak-kotak, Suri menatap dan tersenyum, menyadari garis-garis tersebut lurus dan tepat. Dia hendak main ‘sedapak’ meski hanya sendirian. Lalu Suri pun mulai melompat-lompat di kotak-kotak yang dia buat, sambil memindah-mindahkan pecahan porselen tadi, d…

Ini Maret Kita, Mama

Gambar
Aku dan Almarhumah Mama

ANDAI bisa mengukir langit, kan kuukir wajahmu di sana, sambil menggumamkan do'a, sorga jualah yang diberikan Allah, tempat abadimu. Tapi tiada bisa, cukup di jiwa saja kuukir wajahmu, tanpa jeda, meski hampa, lara, kau telah tiada.

Ini harusnya jadi Maret mu yang ke 80, dan kita, dulu, menunggu itu. Karena kau dan aku ingin melihat, betapa wajah cantikmu masih tetap cantik di senjakala itu. Tapi kau tak sabar Mama dan waktu mu telah tiba, kau pergi satu tahun dua bulan sebelum 80 datang.

Orang-orang menarik ku lalu memaksa ku menjauh dari jasad mu yang baru saja ruh meninggalkannya, karena rarauku menghirukan komplek kita. Kau pergi dalam peluk ku ketika kubisik dua kalimat Syahadat di telingamu, yang mulai bernafas satu-satu. Orang-orang juga menarik ku dan membawaku masuk kamar, ketika aku semaput ketika menyiram tubuhmu, terbujur kaku. Ini mandi terakhirmu. Aku pun lunglai, tiada daya, ketika tanah merah telah sempurna menimbunmu.

Lalu hari-hari berlal…
Seorang laki-laki, seorang suami, dapat menjadikan seorang perempuan, seorang istri, sebagai wanita sejati.. tetapi seorang laki-laki, seorang suami juga dapat menjadikan seorang perempuan, seorang istri, sebagai wanita tak berhati....